PaNTAI SRAU MEMPESONA
Pacitan, 10 Nopember 2018 oleh. Mutiara Pramesti Pantai, yuk?” kata Mas Lelo padaku. Dia begitu bersemangat meski baru sampai di rumah beberapa menit yang lalu. Hari Minggu dan cuaca cerah memang saat yang tepat untuk menikmati dunia dari sisi yang menyenangkan. Untung saja aku sudah mandi, jadi aku sudah siap untuk di ajak berjalan-jalan. Hehehe. Aku belum sempat menanggapi kakak sepupuku ini, Bulekku sudah lebih dahulu menyela. “Aduuh, mbok sebentar dulu. Masih pusing ini tadi mabok sampe 4 kali.” katanya sambil memegang kening Yusuf, putranya yang juga mabuk saat dalam perjalanan. Wonogiri-Pacitan memang memiliki jarak perjalanan yang jauh dan karakter jalan yang bervariasi, itu yang menyebabkan orang ‘pemabuk’ sangat rentan sekali merasa mual. “Hmm. Udah deh, mending pada istirahat dulu. Kita sarapan. Hehehe.” Aku berlalu menatap ke piring makan. Bulek Heksa menyetujuiku dengan menunjukkan jempolnya. Mbak Wuri, istri Mas Lelo pun mengedipkan mata, dengan artian me...