Postingan

PaNTAI SRAU MEMPESONA

Gambar
Pacitan, 10 Nopember 2018 oleh. Mutiara Pramesti Pantai, yuk?” kata Mas Lelo padaku. Dia begitu bersemangat meski baru sampai di rumah beberapa menit yang lalu. Hari Minggu dan cuaca cerah memang saat yang tepat untuk menikmati dunia dari sisi yang menyenangkan. Untung saja aku sudah mandi, jadi aku sudah siap untuk di ajak berjalan-jalan. Hehehe. Aku belum sempat menanggapi kakak sepupuku ini, Bulekku sudah lebih dahulu menyela. “Aduuh, mbok sebentar dulu. Masih pusing ini tadi mabok sampe 4 kali.” katanya sambil memegang kening Yusuf, putranya yang juga mabuk saat dalam perjalanan. Wonogiri-Pacitan memang memiliki jarak perjalanan yang jauh dan karakter jalan yang bervariasi, itu yang menyebabkan orang ‘pemabuk’ sangat rentan sekali merasa mual. “Hmm. Udah deh, mending pada istirahat dulu. Kita sarapan. Hehehe.” Aku berlalu menatap ke piring makan. Bulek Heksa menyetujuiku dengan menunjukkan jempolnya. Mbak Wuri, istri Mas Lelo pun mengedipkan mata, dengan artian me...

PENAT PERLU REFRESING

Gambar
Pacitan, 7 November 2018 NELA ROSITA   Aku membuka mata, kuhidupkan ponselku dan mencoba memfokuskan mata pada jam yang tertera di layar utama. Seketika mataku menjadi terang seperti tersiram air saat membasuh muka. Jam menunjukkan pukul 07:00 WIB, mungkin ibuku sengaja tidak membangunkanku karena aku memang sedang lelah pada saat itu. Setelah dua hari membantu tetangga yang sedang ada hajatan. Tanpa merapikan tempat tidur aku langsung keluar kamar. Aku benar- benar panik karena sudah ada janji dengan teman (bisa dibilang saudaraku atau sahabatku sejak kecil) untuk menengok bapak pemilik kost waktu SMK yang sedang sakit stroke. Aku tidak ingin mengecewakan temanku karena baru kali ini bisa jalan bersama. Aku sibuk kuliah dan dia sibuk bekerja di Jakarta dan jarang juga pulang ke kampung, sedangkan besuk sudah harus balik lagi ke Jakarta. Aku mencari ibuku di dapur, dikamar mandi dan di depan “ makkkk!!!” tidak ada juga. “ oh iya aku ingat pasti pergi kerumah ...

MUSIM SABAR

Gambar
Oleh: Noni Agus Tina Pacitan, 10 Nopember 2018  Udara sejuk yang menenangkan hati pagi ini membuat nyaman setiap orang yang menghirupnya. Suasana pagi di desa yang hijau itu tak sesibuk dan seramai di kota. Celoteh burung yang membangunkan manusia setiap pagi selalu terdengar riang. Tak ketinggalan ayam jantan pun saling bersahutan untuk membangunkan penghuni rumah yang masih asyik dengan dunia mimpinya. Pagi itu, seorang gadis bermata bening sedang menenggelamkan wajahnya di atas sajadah untuk beribadah pada Sang Illahi. Berdoa kepada-Nya untuk segala kebaikan dan mencurahkan semua keluh kesahnya. Biyah, gadis mungil bermata bening itu kini sedang membaca ayat-ayat suci milik-Nya setelah selesai dengan sholatnya. Suaranya mengalun lembut menciptakan melodi indah di setiap telinga orang yang mendengarnya. Terbangun setiap pagi adalah rutinitas yang harus dijalaninya. Setelah selesai dengan urusan akhiratnya, ia segera bersiap-siap untuk urusan dunianya. Apalagi ...